Di post’an pertama gue ini, mungkin gue
akan sedikit flashback ke tahun 2014, tepatnya di bulan desember. Yes, my
favorite month.
20 Desember:
Tanggal dimana si cewek manja nan ceria ini
bertambah usia. Tanggal dimana gue harus mengeluarkan beberapa rupiah untuk
mentreatment orang-orang sekeliling gue yang gue sayang. Pada hakikatnya
manusia itu bersosialisasi setiap hari dan bertambah teman. Begitu juga dengan
gue. Tiap tahun pasti ada pendatang baru yang gue undang di hari special gue
dan bergabung intim dengan sodara-sodara dan sahabat gue lainnya.
Sayangnya, tahun ini adalah tahun yang
beda. Selain Oma yang udah nggak ada, sahabat-sahabat gue juga menghilang pada
hari itu. Yang gue dapetin cuma berbagai macam ucapan yang masuk bertubi-tubi
lewat socmed, whatsaap dan bbm.
Alhasil, cuma 10 orang yang dateng ke birthday party gue.
Nah itu dia beberapa foto yang gue jadiin satu. Seharusnya masih ada tiga lagi, cuma gue nggak sempet foto sama mereka. And u know what?! mereka yang dateng itu hanya para sepupu dan adek gue.
25 Desember:
Tanggal dimana semua umat kristiani
merayakan natal. Hari dimana gue bakal seru-seruan bareng keluarga dan beberapa
kerabat deket dirumah gue. Berhubung gue tinggal sama Opa gue, rumah gue selalu
dijadiin tempat ngumpul dari tahun ke tahun alias open house. Ya macam lebaran
gitu lah. Salah satu hal terseru dari
natal kali ini adalah ketika beberapa sahabat gue, tepatnya sahabat kampus gue
pada kasih gue surprise. Meskipun di awali dengan kekesalan dan kebetean, pada
akhirnya gue tersenyum bahagia.
Jadi gini, H-5 sebelum natal, mereka janji bakal dateng ke rumah gue,
katanya sih itung-itung buat nebus dosa mereka karena nggak bisa hadir di
birthday party gue. Dan pada hari H nya, sepulang dari gereja, hp gue berisik
karena bbm grup. Setelah gue baca, ternyata itu grup kampus yang bilang kalo
mereka semua gak jadi dateng dengan berbagai alasan yang menurut gue agak dibuat-buat.
Baca pesan itu, gue cuma bisa diem dan buat gue cukup sampe disitu. Gue nggak
berharap dan gue juga nggak mau maksa mereka buat dateng.
Pas jam 5 sore. Jam-jam nya tamu mulai
berdatangan, Om gue manggil gue dan bilang kalo ada temen-temen gue di depan. Awal-awalnya
gue nggak respon, gue asik main hp dan ngira Om gue bercanda. Karena rasa
penasaran yang tinggi dan gue ngeliat muka Om gue serius, melangkah lah gue ke
teras depan. Dan ternyata BENER, ada dua orang!
Dengan santainya gue tanya “ngapain lo kemari?
Bukannnya ada acara keluarga sama harus kerja?” dan dua orang manusia itu
berusaha ngerayu gue kalo mereka bukan tipe yang suka ingkar janji. Sebenernya
agak males, tapi pada akhirnya gue tetep suruh mereka masuk. Baru berapa
langkah menuju ruang tamu, tetibaan ada teriakan
“HAPPY BIRTHDAYYYY”
setttttt....
Nengok lah gue dan jengggg jenggg jenggg jenggg.....
rame dongggggg... mereka bawa kue aja gitu
buat gue beserta lilinnya.
Lihat lah kami berbeda, tapi kami satu tanpa memandang dia agama apa dan gue agama apa. Speechles, shock, kaget, seneng dan
SEBELLLLLL. Campur aduk kayak gado-gado. Rasa kesel hilang sekejap karena mereka.
Meskipun 20 Desember nya hambar, tapi kehambaran itu tergantikan di 25
Desember. Walopun cuma sahabat kampus yang muncul, tapi kebahagiaan itu tetap
ada. Thank u guyssss. Love u
-CR-
.jpg)
.jpg)
No comments:
Post a Comment