Saturday, May 9, 2015

Back To Jogja



Setelah sekian tahun nggak ke Jogja, akhirnya gue kembali kesana. Terakhir kesana waktu masih duduk di bangku SD. Masih culun banget, pake miniset juga belom. Untuk menutup bulan April kemarin, gue pergi ke Jogja sama sebagian keluarga gue. Meskipun kurang puas karena cuma semalam, gue cukup seneng karena bisa ke tempat-tempat yang dari dulu gue pengen datengin, kayak Benteng Vredeburg, Keraton Jogja, Prambanan, Sewu dan Lawung dan jalan-jalan ke Malioboro di malam hari. Masih banyak sebenernya yang belom gue kunjungin kayak Taman Sari, Parangtritis, Goa lawa, Goa jomblang, dan beberapa tempat indah lainnya. 

Gue berangkat hari Selasa 12 malem. Jadi masih ada waktu tidur sebentar sepulang kerja. Tujuan utama adalah Purwokerto, dan Jogja hanya tempat singgahan sementara buat refreshing. Kita semua tiba di Purwokerto jam 9an Pagi. Sampe sana langsung menuju kantor BPN Purwokerto, kemudian dilanjutkan ke pemakaman Orang Tua Opa gue dan kakak-adik nya Opa gue yang udah meninggal. Dari situ, kita cari ke sebuah restoran yang nggak jauh dari situ untuk makan siang. Setelah makan siang, kita menuju ke rumah yang di Purwokerto untuk beristirahat. Keesokan paginya, kita berangkat ke Jogja. Kita berangkat jam 9 Pagi dan tiba disana pukul 12an. Kita makan siang dulu. 

Tempat pertama yang kita kunjungi adalah Keraton Jogja. Sampainya di keraton, kang becak langsung mengerumuni kita dan menawarkan diri untuk mengantar kita ke empat tempat yang berhubungan dengan keraton. Berhubung jaraknya lumayan jauh dan cuaca mendung, kita memutuskan naik becak. 

Nah sampe Jogja, gue makan disini. Yes! Ayam! Ayam lagi dan lagi. Emang percuma kok gue jalan jauh-jauh kalo nggak bisa nyobain jajanan khas dari tempat yang gue kunjungin. Gue emang tipe susah makan, jadi kalo nggak cocok pasti lari ke Ayam, Sate, Bakso atau indomie yang paling gampang..

 

Ini lah keraton Jogja nya. Keraton Jogja tampak luar. Tampak dalamnya? Sayang nya tampak dalamnya nggak boleh di masukin orang luar kecuali abdi dalem. Jadi yaaaa... narsis narsis aja di luarnya.











Ceritanya karena lagi mengunjungi daerah keraton, fotonya gue black and white'in. Ini gue lagi di becak sama tante gue menuju Museum Kereta Keraton.






















Masih banyak foto-foto kereta lainnya yang nggak mungkin gue upload disini. Hampir ada puluhan kereta di Musium ini. Gue dan keluarga gue dibawa guidenya keliling musium sambil dijelasin satu persatu sejarahnya. Disamping si guide jelasin, gue sibuk narsis. Sampai-sampai gue nggak perduliin itu guide ngomong apa, sampe gue ditegor karena gue sempet nyentuh dan naik sedikit ke salah satu kereta demi memaksimalkan nariss gue. Katanya sih nggak boleh disentuh gitu, selain barang kuno, hari itu adalah malam jumat kliwon. Dan gue amat sangat tidak perduli.


Ini papan depan museumnya.










Setelah dari sini, kami dibawa abang becak ke tempat gallery atau tempat belajar ngelukis batik.




Itu adalah sebagian lukisan yang sempet gue foto. Setelah dari sini, kami diantar ke tempat jual-jual souvenir Jogja. Gue pun kalap berbelanja untuk oleh-oleh. Dari sini, kami kembali di antar ke tempat utama keraton. Yang artinya perjalanan kami telah usai. Sampai di keraton utama, gue kembali narsis sama tante-tante gue.






Karena udah capek narsis-narsis'an, kami mencari penginapan murah meriah untuk sekedar meremin mata dan bersihin badan. Malam harinya kami kembali berjalan-jalan di Malioboro sembari mencari makan malam.






Pagi pun tiba, usai sarapan kami langsung check out. Sebelum kembali ke Purwokerto, kami mengunjungi benteng vredeburg terlebih dahulu. 











Usai dari Benteng Vredeburg, kami ke Prambanan. Prambanan adalah tempat terakhir yang akan kami kunjungi, khususnya gue. 







Begitulah kira-kira penampakan gue di sela-sela jalan-jalan ke Jogja.

Dan seperti biasa sebelum gue berangkat berpergian, gue selalu tulis di memo hp gue siapa-siapa aja orang yang harus gue beliin oleh-oleh. Dan kadang gue suka lebihin sedikit oleh-olehnya dari list yang ada, yaaaa siapa tau aja kurang. Tapi sebanyak-banyaknya gue beli oleh-oleh pasti selalu kurang. Padahal gue udah ngikutin list di memo hp gue. Mungkin cara gue kasih oleh-oleh nya yang salah dan ini kebiasaan yang sulit gue ubah.  Jadi ya, sepulang gue dari jalan-jalan. Gue selalu mengumpulkan semua oleh-oleh dan gue tata dengan rapih di lantai dan gue foto. Foto pertama biasanya gue kirimkan ke sahabat yang paling intim sama gue. Dan orang terakhir yang dapet kiriman foto biasanya udah nggak bisa milih barang. Dia harus ikhlas karena emang tinggal itu barang yang ada. Dan biasanya yang gue kirimin foto milih barangnya bisa lebih dari 1. Rata-rata ngambil dua atau tiga. Disinilah letak kesalahan dan bikin oleh-oleh selalu terasa kurang. 
 
Satu alasan gue kenapa gue kasih dengan menyebarkan foto adalah gue takut barang yang gue kasih nggak disukain atau nggak sesuai selera, untuk itulah gue gelar oleh-oleh di lantai. Ya semacam pedagang kaki lima gitu gelar barang-barang di pinggir jalan. 

Tapi mungkin, kemarin adalah pemberian oleh-oleh terakhir dengan cara foto. Next oleh-oleh gue akan mencoba mencari barang yang sesuai dengan apa yang disukain temen gue. So, kemanakah next trip gue?!





-YCR-




No comments:

Post a Comment