Minggu Pagi tadi gue bertemu dengan alm sahabat
gue lewat mimpi. Sebenarnya minggu siang. Biasalah, jam berapa pun gue bangun,
even itu sore juga, akan gue sebut Pagi.
Tepat pukul 10 lewat tadi, gue terbangun
dari mimpi gue. Gue nggak tau harus nyebut mimpi itu indah, bahagia atau buruk.
Di dalam mimpi itu, gue ketemu almarhum
sahabat gue yang kepergiannya akan terhitung 3 bulan pada esok sore. Dalam
mimpi itu, gue dan alm sahabat gue bercerita, bercanda, tertawa bersama dan
saling memeluk. Disitu gue sangat bahagia karena akhirnya bisa melepas kangen.
Nggak lama kemudian, alm sahabat gue bilang “aku seneng bisa liat sist senyum”. Sist itu panggilan dia ke gue. Dan cuma dia
satu-satunya manusia yang nyebut gue dengan panggilan itu. Langka. Mungkin
karena gue suka belanja online jadi dia ngeledek gue dengan panggilan sist,
mungkin yah.
Oke lanjut, setelah dia bilang seneng liat
gue senyum, dia turun dan jalan dari ranjang. Dalam mimpi itu, kita ngobrol
diatas ranjang, cuma samar-samar gitu, jadi gue nggak tau di ranjang siapa. Gue
teriak dan manggil dia “dek, mau kemana”. Dia jawab “aku harus pergi. Aku emang
harus pergi. Sist jangan tangisin aku terus”.
Pas dia ngomong gitu, gue nggak bisa jawab apa-apa. Mau ngejar kayak
nggak bisa. Terus dia kembali nengok dan kasih senyuman ke gue. Dari situlah
gue langsung kebangun dan sadar kalo itu mimpi. Nggak pake lama-lama lagi, gue
langsung nangis sesegukan. Gue juga langsung kasih tau dua kakaknya, kalo gue
abis mimpiin adeknya.
Selain ngebuat gue tambah kangen sama dia,
mimpi tadi kayak kasih gue pesan. Pesan dimana gue harus bisa lebih ikhlas dan
nggak lagi mempertanyakan kepergian dia ke Tuhan.
-YCR-
No comments:
Post a Comment